- Sistem Manajemen Basis Data (Pendahuluan) Disampaikan Oleh : Fenty Eka M. Agustin, SE, MKom
- Referensi
- Data Base Concept, 2nd edition, Henry F. Korth, McGraw-Hill,1991.
- Database Management System – Designing and Building Business Applications, Gerald V. Post, McGraw-Hill, 1999
- Prinsip Dasar Sistem Database
- DBMS terdiri dari sek elompok data yang saling berhubungan dan program-program untuk mengakses nya .
- Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien untuk mengambil d an menyimpan informasi basis data.
- DBMS juga harus menjamin keamanan dari informasi yang disimpan, meskipun sistem terjadi tabrakan atau mengakses sistem yang tidak diotorisasi.
- Sistem File Data
- Sebelum ditemukan konsep DBMS, penyimpanan data menggunakan file yang dikelola oleh suatu program.
- Kelemahan sistem ini adalah :
- Pengulangan data dan data yang tidak konsisten
- Kesulitan dalam mengakses data
- Akses data secara bersamaan dapat menghasilkan data yang tidak sesuai.
- Masalah keamanan data
- Masalah integritas data
- Abstraksi Data
- Keunggulan DBMS adalah menyembunyikan kompleksitas dari struktur data.
- Abstraksi Data terdiri dari tiga tingkatan:
- Level Fisik
- Level Konseptual
- Level View
- VIEW 1 VIEW 2 VIEW n ... Conceptual Level Physical Level
- Model Data
- Adalah sekumpulan alat untuk menggambarkan data, relasi data, semantik data dan konsistensi batasan ( constraints ) .
- Macam-macam model data :
- Model object-based logical
- Model Record-based logical
- Model Physical Data
- Model object-based logical
- Digunakan untuk menggambarkan data pada level konseptual dan view.
- Model ini menyederhanakan fakta agar mudah dipahami dalam perancangannya
- Terdiri dari beberapa model :
- Model Entity-Relationship (ER Model)
- Model Object-Oriented
- Model Biner
- Model semantik data
- Model Infological
- Model data fungsional
- Model berbasis objek yang sering digunakan ialah E-R dan O-O.
- 1.1. Model E-R
- Sebuah entity adalah sebuah objek yang dapat dibedakan dari objek yang lain dengan sekumpulan atribut tertentu.
- Sebuah relasi menghubungkan beberapa entitas. Sebagai contoh relasi CustAcct menghubungkan sebuah account yang dimiliki oleh customer .
- 1.2. Model O-O
- Serupa dengan E-R model, model O-O terdiri dari sekumpulan objek. Objek memiliki nilai (seperti atribut) yang disimpan dalam instances variables.
- Objek menggunakan methods untuk mengoperasikan nilai didalam instances variables
- Objek yang memiliki tipe nilai dan method yang sama dikelompokkan dalam satu class.
- Model Record-Based Logical
- Model ini menyusun database dalam record-record yang tersusun dengan format tetap dari berbagai tipe data.
- Tiap tipe record menentukan sejumlah fields atau atribut yang tetap, dan masing-masing field tersebut panjangnya tetap.
- Model ini antara lain:
- Model Relational
- Model Network
- Model Hirarkhis
- 2.1. Model Relasional
- Menampilkan data dan relasinya dalam bentuk tabel yang masing-masing memiliki kolom dengan nama yang unik.
- 2.2. Model Jaringan/Network
- Data dalam model network digambarkan dengan sekumpulan records (seperti dalam Pascal) dan relasinya ditunjukkan dengan sebuah links yang dapat dianggap sebagai pointer.
- 2.3. Model Hierarkhis
- Mirip dengan model jaringan dalam hal data dan relasinya.
- Model Data Fisik
- Digunakan untuk menggambarkan data di level yang paling rendah.
- Terdiri dari dua macam model yaitu :
- Model unifying
- Frame memory
- Model Data fisik membahas aspek-aspek implementasi sistem basis data yang merupakan topik DBMS lanjutan
Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut pengelola database atau DBA. Tugas DBA terbagi dalam 4 bidang utama, yaitu :
1. Perencanaan database, mencakup sama dengan para manajer untuk mendefinisikan skema perusahaan dengan para pemakai untuk mendefinisikan subskema mereka. Selain itu juga berperan penting dalam memilih DBMS
2. Penerapan database terdiri dari menciptakan database yang sesuai dengan DBMS yang dipilih, serta menetapkan dan menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaan database.
3. Operasi database, mencakup menawarkan program pendidikan kepada pemakai database dan menyediakan bantuan saat diperlukan
4. Keamanan database meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistik yang disediakan DBMS. Selain itu juga memastikan bahwa database tetap aman.
PENGERTIAN NORMALISASI
Pengertian Normalisasi
Beberapa waktu lalu, beberapa rekan menanyakan dalam blog saya tentang langkah-langkah dalam membangun sebuah database. Sebelum memulai membuat sebuah database, kita perlu melakukan normalisasi terhadap database yang akan kita buat. Setiap programmer memiliki cara tersendiri dalam melakukan normalisasi data, dan berikut ini adalah cara saya dalam melakukan normalisasi, dan saya akan coba jelaskan dengan cara yang sederhana sehingga anda dapat memahami langkahnya dengan mudah.
Semoga petunjuk dari saya ini dapat berguna.
Definisi Normalisasi
Dalam sebuah basis data diperlukan proses normalisasi data. Normalisasi merupakan cara untuk mencari / mengelompokan seluruh sifat yang berkenaan dengan objek/entitas. Selain itu juga untuk menghilangkan redudansi dan untuk memberikan identifikasi unik setiap record (tabel).
Langkah-langkah Normalisasi
Dalam melakukan normalisasi ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Langkah – langkah tersebut yaitu:
1. Bentuk Tidak Normal
Data ditulis tabel tunggal dengan apa adanya sesuai waktu kedatangannya. Data – data ini dapat diperoleh dari laporan transaksi.
Bentuk Normal Ke-satu (1NF : First Normal Form)Bentuk Normal Kesatu merupakan uraian tabel dasar. Untuk membuatnya dapat melengkapi data pada bentuk tidak Normal.
3. Bentuk Normal Ke-dua (2NF : Second Normal Form)
Untuk mengelompokan data menjadi bentuk normal kedua, ada syarat–syarat yang harus dipenuhi yaitu :
º Sudah dalam bentuk Normal Kesatu
º Menentukan Primary key dan mengelompokan field non kunci dengan Primary key berdasarkan ketergantungan fungsional.
4. Bentuk Normal Ke-tiga (3NF : Third Normal Form)
Untuk mengelompokan data menjadi bentuk normal ketiga, ada syarat – syarat yang harus dipenuhi yaitu :
º Sudah dalam bentuk Normal Kedua
º Tidak mempunyai field yang bengantung Transitif
º Bentuk relasi yang menentukan Foreign Key.
LINGKUNGAN DATABASE
CONCURANCY
Ada 3 masalah yang disebabkan oleh conkurancy:
1.Masalah kehilangan modifikasi (lost Update Problem)
masalah ini timbul jika dua transaksi mengakses item database yang sama yang mengakibatkan
nilai dari database tersebut menjadi tidak benar.
2.Masalah modifikasi sementara (uncomited update problem)
masalah ini timbul jika transaksi membaca suatu rcord yang sudah di modifikasi oleh transaksi lain tetapi belum terselesaikan (uncommited),terdapat kemungkinan kalau transaksi tersebut di batalkan (rool back).
3.Masalah Analisa yang tidak konsisten (problem of inconsistensi Analisa)
Masalah ini timbul jka sebuah transaksi membaca suatu nilai tetapi transaksi yang kedua mengupdate beberapa nilai tersebut selama eksekusi transaksi pertama.
Locking adalah salah satu mekanisme pengontrol conkurancy
Konsep dasar :
ketika sebuah transaksi memerlukan jaminan kalau record yang di inginkan tidak akan
berubah secara mendadak,maka diperlukan kunci untuk record tersebut.
Fungsi
locking berfungsi untuk menjaga record tersebut agar tidak dimodifikasi oleh transaksi lain.
TIMESTAMPING
Adalah salah satu alternatif mekanisme kontrol konkurensi yang dapat menghilangkan masalah
deadlock.
Dua masalah yang timbul pada Timestamping:
1.Suatu transaksi memerintahkan untuk membaca sebuah item yang sudah di update oleh transaksi yang belakangan.
2.Suatu transaksi memerintahkan untuk menulis sebuah item yang nilainya sudah di baca atau d
tulis oleh transaksi yang belakangan.

0 Response to "sistem basis data"
Posting Komentar