VIVAnews - Berbagai argumen diajukan saat seseorang ketahuan berselingkuh. Tergoda dengan kecantikan wanita lain, karena frekuensi pertemuan yang sering atau merasa tidak bahagia bersama pasangan sering dilontarkan para pria yang berselingkuh.
Seperti dilansir dari laman Yourtango, seorang ilmuwan revolusioner di London School Dr Satoshi Kanazawa berpendapat, kaum pria secara tradisional terbentuk dengan pemikiran 'poligami'.
Namun, dalam perjalanan evolusi dan pemikiran mereka, pria yang lebih cerdas akan beradaptasi dan menghargai istri mereka. Tetapi, pria dengan kecerdasan yang tidak berevolusi sempurna memiliki keinginan berselingkuh lebih besar.
Ada dua hal ironis dalam temuan Dr Kanazawa. Pertama, orang yang terlalu relijius seringkali mudah tergoda dibandingkan orang yang tidak terlalu mendalami agama. Kedua, Ergo atau orang yang berpikiran lebih relijius lebih cenderung untuk berselingkuh.
"yahoo news"
Kamis Sore ,,
sesuatu yang selama ini aku pertahankan dan harapkan telah berakhir,Sesuatu yang sama sekali tak pernah aku inginkan terjadi.
"Aku akan pergi jauh dan tak akan kembali.Lebih baik jangan harapkan aku lagi.maafin aku"
Aku terus menatap pesan kilat darinya.Suatu sikap yang sama sekali aku anggap dia bukan lelaki yang bertanggung jawab karena tak berani bertatap muka langsung denganku saat mengakhiri kisah ini.Aku tak bisa berfikir jernih..hatiku kacau dan sangat galau,rasanya pun keimananku rapuh dan hilang.Tak terasa butiran-butiran air mata terus menetes,andai air mata itu bisa bicara mungkin ia akan mengatakan betapa bahagianya dia cz akhirnya bisa terbebas dan tak terbendung lagi di dalam mata dan tak tertahan lagi.Semua telah tercurahkan.
"Aku bebas,maaf aku telah membuat matamu merah dan sedikit bengkak,maaf telah membuat pipimu basah" mungkin itulah ucapan yang ingin di sampaikan oleh sang air mata.
Aku berjalan pulang,aku menyebrang jalan tanpa perdulikan apapun,rasa ingin menghempaskan tubuhku di jalanan,karna hatiku dan jiwaku kosong.
Berkali-kali sahabatku mengirimkan pesan singkat untukku,yang berisi tausyiahan dan motivasi
...................................................................................
"Dia tak ingin aku mengharapkanya lagi"
(to be continue)
Rambut adalah mahkota, itu adalah ungkapan yang klise tapi memang begitulah kenyataannya. Tak terbatas gender dan usia. Bisa dipastikan hampir semua orang ingin memiliki rambut yang terawat sehat dan indah dipandang mata. Sayangnya, kesibukan bekerja seringkali menjadi kendala untuk merawat diri di salon atau pusat kecantikan.
Tentu kurang nyaman bila rambut yang sehat dan tergerai indah tiba-tiba bermasalah seperti berketombe, rontok dan sebagainya. Berikut ini beberapa tips merawat rambut secara sederhana tanpa harus keluar uang banyak untuk pergi ke salon, yang penting adalah kesabaran dan ketelatenan..., ready?
KONDISIONER
Dengan daun waru
0
Cucilah beberapa lembar daun waru, remas-remas dengan sedikit air sampai halus. Setelah disaring usapkan secara merata pada rambut yang sudah dikeramasi sebelumnya. Biarkan beberapa menit, hasilnya akan terasa setelah kering.
Dengan kulit semangka
0
Setelah makan buah semangka, jangan buang kulitnya. Gosokkan daging kulit semangka (bagian yang putih setelah dagingnya yang merah habis dikonsumsi) pada kulit kepala. Lakukan seminggu sekali, sehari sebelum keramas.
CEGAH UBAN
Dengan putih telur
Sediakan putih telur ayam kampung tiga butir, air bersih 1/2 gelas dan garam halus 1/2 sendok teh. Putih telur dicampur dengan air dan diaduk sampai rata. Masukkan garam halus juga diaduk. Larutan ini diusapkan pada kulit kepala sampai rata sambil dipijit-pijit. Biarkan 2-3 jam, selanjutnya keramas seperti biasa. Lakukan rutin 2-3 kali seminggu.
Dengan kikil
kikil atau kulit sapi/kerbau (jawa=krecek) yang basah dimasak model sambal goreng atau cara yang lain. Gunakan sebagai camilan atau lauk makan. Selain dapat mencegah timbulnya uban , kikil juga berkhasiat untuk memperkuat tulang dan mengencangkan kulit.
Dengan biji papaya
0
Pepaya yang sudah masak dibelah. Ambil bijinya sebanyak 2 sendok makan dan goreng sampai hangus. Kemudian ditumbuk sampai halus. Campur dengan minyak kelapa dan diaduk sampai merata ( Ingat , dengan minyak kelapa jangan dengan minyak sawit). Oleskan pada rambut beruban, biarkan sekitar 2 jam. Selanjtnya keramas biasa memakai sampo. Lakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali.
Dengan daun rambutan
Caranya sama seperti dengan biji pepaya. Daun rambutan 10-20 lembar dibakar sampai hangus kemudian ditumbuk sampai halus. Setelah itu ditampung dalam gelas lalu diberi sedikit air lalu dioles merata pada rambut beruban. Diamkan selama 2 jam lalu keramas seperti biasa. Lakukan paling tidak 1 kali seminggu.
Dengan daun mangkokan
0
Siapkan minyak kelapa 1/2 liter ( bukan minyak sawit) , ambil 15-20 helai daun mangkokan yang muda atau tidak terlalu tua. Iris tipis-tipis lalu goreng dalam 1/2 liter minyak tadi, usahakan jangan sampai gosong. Angkat daun dan minyak didinginkan selanjutnya disaring. Oleskan minyak bekas menggoreng pada kulit kepala sambil dipijat-pijat. Diamkan selama 1 jam setelah itu keramas seperti biasa.
Dengan kelapa hijau
Air kelapa hijau dicampur dengan santan kelapa muda lalu tambah dengan sedikit garam, embunkan air itu selama semalam lalu paginya gunakan sebagai bahan keramas. Lakukan selama 7 hari berturut-turut.
MENGATASI KETOMBE
Dengan daun seledri
Ambil daun seledri 5 helai, daun kangkung 5 batang, garam dapur 1 sendok teh, air bersih 1 gelas. Seledri, kangkung, garam dijadikan satu lalu ditumbuk sampai halus. Masukkan dalam segelas air lalu disaring. Keramaslah dengan ramuan ini. Diamkan selama 30 menit lalu keramas seperti biasa. Lakukan rutin sampai ketombe jablas.
Dengan jeruk nipis
Satu butir jeruk nipis dan airnya dioleskan padakepala yang berketombe. Biarkan selama20-30 menit kemudian dikeramasi seperti biasa. Lakukan rutin 2-3 kali seminggu.
Dengan nanas
0
@Buah nanas dibelah menjadi dua. Ambil separuhnya kemudian digosok-gosokkan pada kulit kepala yang berketombe selama lima menit, kemudian biarkan beberapa saat, lalu keramas seperti biasa.
@Buah nanas muda diparut lalu disaring, diamkan airnya selama 2 jam setelah itu gunakan untuk keramas
Dengan daun pandan
Ambil 10 lembar daun pandan wangi lalu tumbuk sampai halus dan beri air bersih 2 gelas lalu saringlah. Air saringan ini digunakan untuk keramas. Diamkan selama 15 menit kemudian dicuci dengan air bersih. Lakukan dengan rutin niscaya ketombe akan sirna.
Dengan jerami
Seikat jerami padi (merang) dibakar, setelah dibakar hingga merata lalu beri dengan 1 gayung air bersih lalu diamkan selama sehari semalam, pagi harinya gunakan air yang bercampur bakaran jerami padi itu untuk keramas.
Dengan santan kelapa, nanas dn jeruk nipis
1/2 cangkir santan kelapa, 1 cangkir air parutan nanas dan 1 cangkir jeruk nipis dicampur menjadi satu kemudian keramas dengan bahan tersebut, setelah itu cuci dengan menggunakan air biasa.
MENGATASI KERONTOKAN
Dengan daun kapuk
Ambil 2 genggam daun kapuk randu. Rebus sampai mendidih. Hasil rebusan diembunkan di tempat terbuka selama semalam. Pagi harinya air itu digosok-gosokkan pada kulit kepala. Biarkan beberapa saat kemudian dikeramasi. Lakukan setiap hari.
Dengan kecambah kacang hijau
Jika rambut mengalami kerontokan, makanlah secara teratur kecambah kacang hijau atau kecambah kedelai setiap hari sebagai lalapan. Lebih baik bila kecambah dikonsumsi dalam keadaan segar atau mentah. Lakukan lalap kecambah ini selama 2 bulan
Dengan biji kemiri
0
Biji kemiri ditumbuk sampai halus kemudian diberi air. Setelah itu direbus sampai mengeluarkan minyak. Minyak kemiri inilah yang digosokkan pada kulit kepala, biarkan meresap pada pori-pori kulit kepala. Lakukan 3 kali seminggu.
Dengan lidah buaya
Inilah rajanya tanaman perawatan rambut. Ambil satu daun lidah buaya yang sudah cukup tua, lalu ambil dagingnya dan usap-usapkan pada kulit kepala. Biarakan selama 10-15 menit setelah itu baru dikeramasi seperti biasa. Lakukan dengan rutin.
UNTUK RAMBUT TIPIS
Keramas menggunakan air kelapa 1/2 tua (tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda) secara rutin sehingga rambut lama-kelamaan akan tumbuh subur kembali.
UNTUK RAMBUT BOTAK
Memang cukup sulit untuk mengatasi rambut yang sudah telanjur botak apalagi bila sudah tidak terdapat kulit ari tempat menempelnya rambut (kulit kepala licin berkilau), namun dengan bahan ini mudah-mudahan bisa membantu. Ambil telur udang (bisa dicari di pasar tradisional) kemudian gosok-gosokkan pada kulit kepala, sambil dipijat-pijat. Diamkan selama semalan lalu keesokan harinya keramas seperti biasa, lakukan secara teratur untuk mendapatkan hasil yang optimal.
AGAR RAMBUT MUDAH DIATUR
0
Dengan madu
Ramuan dengan madu ini tidak hanya mengatasi rambut yang tidak mudah diatur aja tetapi juga sekaligus untuk mengatasi rambut yang kasar dan kusam. Berikut caranya, ambil madu secukupnya lalu oleskan merata pada rambut sambil dipijat-pijat. Biarkan kira-kira 2 jam lalu keramas biasa dengan sampoo dan bilas sampai bersih. Perawatan ini cukup dilakukan seminggu sekali. Tunggu hasilnya, rambut akan mudah diatur sekaligus lembut dan berkilau.
MENGHILANGKAN KUTU RAMBUT
Hari gini miara kutu rambut??? Nggak banget deh. Namun jika kamu masih mengalaminya gak perlu malu, cara ini boleh dicoba. Ambil 10 biji bawag merah, cuci bersih dan parut. Setelah itu bungkus bawang yang sudah diparut dengan kain dan ikat yang kuat membentuk bulatan. Selanjutnya usapkan bulatan bawang merah berbungkus kain itu secara merata pada rambut. Setelah semua bagian rambut rata terkena usapan parutan bawang merah, bungkus rmbut dengan handuk selama semalam dan pada pagi harinya keramaslah hingga 3 kali. Semoga peliharaan yang tidak diinginkan segera lenyap dari rambut kamu. Pengulangan keramas hingga 3 kali dimaksudkan untuk menghilangkan bau bawang merah dan juga sekaligus membersihkan dari kutu rambut yang sudah mati bersama telur-telurnya.
MENEBALKAN ALIS
0
Alis juga merupakan bagian dari rambut yang juga perlu kita beri perawatan. Jika memang tipis dan bentuknya kurang menarik, jangan buru-buru dicukur lalu dibentuk dengan pensil alis. Kita bisa membuatnya menjadi lebih tebal dengan sedikit usaha yang akan menghasilkan alis yang aduhai.
Dengan cengkih
Ambil 15 -20 biji cengkih lalu goreng tanpa memakai minyak (disangrai) hingga hangus benar alias gosong. Tumbuk cengkih hingga halus lalu masukkan ke dalam botol kecil. Cara pemakaian yaitu dengan memakai cotton bud yang sudah dicelupkan ke dalam air, setelah itu masukkan ke dalam botol yang berisi bubuk cengkih tadi hingga menempel pada kapas cotton bud. Selanjutnya oleskan merata pada alis sesuai bentuk yng dikehendaki. Lakukan rutin menjelang tidur maka alis akan tebal dan bagus.
(Humas BPT Sragen / neidna – dari berbagai sumber)

Ia suka berada dalam dunia mimpi dari pada dunia nyata,ia lemah dan sensitif untuk urusan "Cinta" ia dapat menangis jika sahabat baiknya putus dan ia bisa sanagt bahagia jika sahabat baiknya mendapatkan pacar baru yang ganteng,baik,anda mungkin akan terkejut karena tahu bahwa ia menjadi sangat pemalu ketika sedang jatuh cinta.
Ia juga memiliki indera keenam dan ia dapat menebak apa yang akan terjadi kemudian,karena hal itu adalah sifat alaminya,Walaupun ia memilki indera keenam yang bagus,ia tidak dapat memilih atau meramalkan kekasih pilihannya.Ia tidak dapat membedakan antara seorang pria yang tulus atau seorang pria yang hanya datang dan pergi.Wanita pusces cenderung cantik,lembut,kakinya kecil dan juga tangannya kecil.
Ia adalah wanita yang "hot" semua orang menginginkannya,entah dia memilki pria tertentu atau tidak.Ia akan selalu mencoba untuk tidak berada dibawah kaum pria.Hanya berfikir begitu pun ia tidak mau.Ia percaya bahwa kaum pria dapat melakukan banyak hal yang lebih baik dan ia akan membuat pria dalam hidupnya bisa merasakan seperti itu.
Ia adalah tipe wanita yang tidak terlalu rumit dan sederhana.Ia adalah wanita yang penuh percaya diri dan suka membuat siapa pun yang berada didekatnya bisa merasakan bahagia.
Jika sesuatu berjalan tidak benar ia akan berusaha menyakinkan bahwa sesuatu itu terjadi bukan karena dia.
Ia memiliki banyak sekali pilihan dan anda tidak akan dapat mengetahui jalan mana yang akan dia pilih.
Jika anda mencintainya maka peluklah erat-erat,karena dia tidak pernah tau apa,bagaimana,dan mengapa ia melakukan sesuatu.
Ia memilki karakter yang kompleks,bahwa anda akan berfikir bahwa ia orang yang lugu dan pemalu,yang tidak akan pernah menyakiti siapa pun.dan ternyata anda salah.anda kemudian berfikir bahwa dia adalah wanita yang lemah yang membutuhkan perlindungan.dan anda salah lagi.karena ia telah banyak makan asam garam kehidupan.
ia adalah seorang pemimpi dan menyukai kata kata "cinta"
berhati hatilah jika anda jatuh cinta pada wanita pisces,karena ia akan menjadi orang yang tiba tiba berubah sebelum dan setelah pacaran dengannya.Ia bisa nampak bagaikan malaikat tapi juga bisa nampak bagaikan nenek sihir.tetapi memang tidak ada manusia yang sempurna.ia akan menjadi orang yang sangat lembt dan baik,anda jangan kuatir.
Ia adalah orang yang emosional dan sensitif jika disakiti.Ia tipe orang yang akan menangis tersedu2 untuk melegakan perasaan hatinya.ia memilki perasaan ketakutan yang hanya di simpan didalam hatinya,walaupun ia mengatakan tidak memerlukan siapapun dalam idupnya.Ia sangat membutuhkan seseorang yang dapat melindunginya,tetapi ia terkadang menyembunyikan perasaannya dengan bersikap keras kepala.Ia suka menyembunyikan perasaan malunya dan kelemahnnya kepada musuhnya.
Ia tidak suka mengikuti aturan tetap.Ia akan menjadi ibu rumah tangga yang baik.Jika anda tau bagaimana anda menanganinya.Banyak pria akan meminta menikahinya karena ia sepenunhnya wanita.Jika ia ingin menjadi wanita yang manis maka ia akan bagaikan malaikat..
"sumber dari blog "
Apapun yang telah terjadi aku tak akan pernah bisa atau mampu membencinya dan tak akan pernah mau membencinya Selamanya.Karena aku terlanjur dan pernah mencintainya.
But I dont hope So

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
” Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima”
Di surat yang lain,
“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.
Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.
sumber :
http://ivanlukather.wordpress.com/
"blog.dinda julita as jeje garfield"
VIVAnews - Pernikahan umumnya membuat kehidupan, baik pria maupun wanita, lebih stabil. Tujuan hidup juga menjadi lebih terarah dengan target-target tertentu. Bukan hanya pernikahan, hubungan romantis pun memiliki efek yang sama.
Para peneliti melakukan survei terhadap 909 pelajar selama dua tahun sejak duduk di bangku kelas satu sekolah menengah atas. Peneliti menemukan, sekitar 40 persen pelajar usia 19 atau 20 yang tidak memiliki hubungan stabil lebih rentan mengisap ganja dan minum alkohol dibandingkan yang menjalani hubungan asmara yang serius.
Para peneliti juga mengontrol faktor-faktor lain yang memengaruhi kebiasaan minum alkohol dan penggunaan narkoba, seperti status pekerjaan. "Untuk para individu remaja, kebebasan saat beranjak dewasa serta kontrol sosial yang kurang membuat mereka memiliki risiko yang sangat besar menggunakan zat terlarang," kata peneliti, seperti dikutip dari laman LA Times.
Ada kemungkinan bahwa orang-orang muda dalam hubungan mendapatkan dukungan dari pasangan. Hal itu membantu mereka terhindar dari penyalahgunaan zat atau berlama-lama di bar untuk mengonsumsi alkohol.
"Hubungan percintaan mengaktifkan mekanisme dukungan dan kontrol, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada status hubungan perkawinan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana ikatan mengadopsi pola-pola perilaku interaksi pasangan berpengaruh pada penggunaan zat terlarang pada saat beranjak dewasa," kata peneliti.
Penelitian ini dipublikasi dalam Journal of Health and Social Behavior.
"yahoo news"
Cowok kalian mulai berubah?? jangan-jangan itu tanda-tanda dia selingkuh. walau mungkin pacar kamu pendiem n gag mungkin selingkuh, kemungkinan tersebut masih tetap ada. ibarat kucing dikasih dendeng daging, ya hu uh aja.
Marcella Bakur dan Raymon B Green dalam buku mereka, 180 Telltale Signs Hates Are Cheating and How to Catch Them, mengungkapkan 10 tanda emosional seseorang yang sedang berselingkuh.
1. Dia lebih perhatian dari biasanya.
Ini karena dia merasa bersalah sama kamu. Namun, perhatian tersebut perlahan-lahan akan berkurang dan akhirnya menghilang setelah perselingkuhan semakin dalam.
2. Dia mulai menghujani kamu dengan hadiah.
Sama seperti poin pertama, ini dilakukannya karena merasa bersalah telah menghianatimu. Dengan memberikan hadiah-hadiah itulah ia bisa mengatasi rasa bersalah.
3. Tingkah lakunya membuatmu merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Percayailah instingmu. Tidak peduli dengan insting tersebut sama saja kamu “membutakan” diri dari kebenaran yang ada. Kamulah yang paling tahu kebiasaan, rutinitas, dan sikap-sikapnya sehari-hari. Jadi, curigalah bila semua itu berubah.
4. Dia mulai semakin sering memancing pertengkaran.
Ini adalah alasannya untuk marah dan pergi menemui kekasih gelapnya. Namun, bisa juga dilakukan karena perasaannya yang bercampur aduk setelah menghianatimu.
5. Selalu membicarakan kemungkinan hubungan kalian berdua berakhir.
Waspadalah jika dia mulai sering berkata, “Apa yang kamu lakukan jika hubungan kita berakhir? Atau, “Jika sesuatu terjadi pada kita berdua, saya akan selalu menyayangi kamu sebagai teman.” Asal kamu tahu, kalimat berandai-andainya itu karena ada orang lain yang akan menerimanya dengan senang hati begitu hubungan anda berdua berakhir.
6. Dia seperti kamu saat sedang mengalami PMS.
Dia tampak senang dan bersemangat ketika akan pergi keluar rumah sendirian, dan langsung lesu serta lemas saat berada di dekatmu.
7. Selera musiknya tiba-tiba berubah.
Karena jadi lebih sering mendengarkan musik kesukaan “sang pacar”, ia pun jadi ikut menyukai musik tersebut.
8. Harga dirinya rendah.
Bukan berarti lalu dia pasti berselingkuh. Namun, orang-orang seperti ini umumnya cenderung mencari rasa aman dan umpan balik positif dari orang lain. Nah, salah satu cara mendapatkannya, ya, lewat perselingkuhan!
9. Dia terus-menerus mengkritik orang lain (lawan jenisnya).
Ini adalah usahanya untuk membuat kamu berpikir bahwa orang seperti itu bukanlah tipe favoritnya, walau sebenarnya diam-diam dia tertarik.
10. Dia jadi lebih sering memberi kritik pedas kepadamu.
Emosinya jadi lebih mudah terpancing terhadap komentarmu, bahkan komentar netral sekalipun.
Cobalah lakukan beberapa hal berikut :
*
Jika Anda yakin ia selingkuh, jangan mencoba memanasinya dengan ikut-ikutan berselingkuh. Cara ini justru menyatakan perang yang akan membuat Anda lebih terluka.
*
Dalam sebuah situasi yang tenang, katakan betapa Anda sangat menghargai kejujuran, dan Anda bisa mengungkapkan satu rahasia yang mungkin belum Anda ceritakan padanya. Hal ini untuk menunjukkan agar ia juga bisa jujur kepada Anda.
*
Dalam saat saat tertentu, selipkan perkataan bahwa Anda memercayainya, dan menghargai hubungan Anda dengannya. Rasa bersalah yang akan timbul membuat dia akan berpikir ulang tentang perselingkuhannya.
*
Jika semuanya sudah jelas, bahwa gelagat-gelagat tersebut menunjukkan bahwa dia berselingkuh, dan ia pun mengakuinya, bicarakan baik-baik dengan kepala dingin. Semua harus dipertimbangkan apakah ia memang layak dapat kesempatan kedua atau tidak.
Ingat! Jika pasangan berselingkuh, itu bukan kesalahan Anda karena tidak menjadi kekasih yang baik. Semua masalah jika dikemukakan pasti ada jalan keluarnya dan selingkuh bukan solusinya.
"riyanti weblog"
KOMPAS.com — Ada mitos, kalau menikah, maka kebebasan akan berkurang. Tak heran, bila memasuki gerbang pernikahan, maka banyak orang yang dilanda rasa takut, bahkan diserang rasa ragu pada keputusannya. Padahal, menurut survei, menikah itu lebih banyak enaknya, lho. Apa saja keuntungan menikah? Ini dia jawabannya:
1. Pendapatan meningkat Studi yang dilakukan tim dari Virginia Commonwealth University menunjukkan, penghasilan pria yang sudah menikah rata-rata meningkat 22 persen dibanding ketika masa lajang. Peningkatan ini bisa berasal dari gabungan dengan gaji istri atau sumber tunjangan keluarga yang dikeluarkan perusahaan.
2. Mempercepat promosi Pria yang sudah menikah mendapatkan kenaikan level dan juga promosi yang lebih cepat dibanding rekan kerja mereka yang masih lajang. Hal tersebut menurut survei yang dilakukan di Amerika tahun 2005 terhadap para pekerja di sana.
3. Jauh dari masalah Menurut data Departemen Hukum AS, para pelaku kriminal atau kekerasan di sana mayoritas adalah pria lajang.
4. Bercinta lebih sering Survei yang dilakukan peneliti di Inggris tahun 2006 terhadap responden pria dan wanita di 38 negara menunjukkan, orang yang menikah lebih sering bercinta dan juga lebih puas.
5. Memperkecil risiko kanker Dalam survei yang dilakukan di Norwegia, pria yang bercerai atau belum pernah menikah memiliki risiko kematian lebih tinggi, hingga 16 persen dibanding rekan yang menikah.
6. Panjang umur Studi para peneliti dari UCLA menunjukkan, orang yang memiliki tingkat kesehatan prima relatif lebih panjang usia selama 8 tahun periode studi dibanding yang masih lajang.
"yahoo news"
Suami Impian
Penulis : Asma Nadia
“Apa lagi, Nirina?”
Gadis dengan garis wajah oriental itu tak menjawab. Hanya menggoyang-goyangkan kakinya, resah.
“Tak ada yang salah dengan perawakannya, kan? Tidak seperti lelaki yang terakhir datang.”
Nirina tersenyum. Pasti pikirannya melayang ke kejadian tujuh bulan lalu, ketika seorang lelaki datang melamar. Biyan, namanya. Kehadiran sosok tegap itu segera saja membawa kami pada pertengkaran sengit,
”Aku tidak bisa.”
”Kenapa?” kejarku cepat. Ini bukan pertama kali Nirina beralasan. Selalu ada saja kekurangan lelaki yang melamarnya.
Kekanak-kanakan!
Terlalu serius. Lihat keningnya yang terus-terusan terlipat!
Wajahnya aneh, tidak terlihat tulus.
Entahlah, dari caranya berjalan, sepertinya dia tipe lelaki yang suka mendominasi perempuan!
Dan masih ada segudang alasan yang keluar dari bibir tipisnya.
Pun tujuh bulan lalu, ketika aku menerka-nerka keberatannya terhadap Biyan. Wajah lelaki itu simpatik, bahasanya pun santun. Penampilannya memang terbilang biasa, tapi jelek pun tidak.
”Jadi, apa lagi, Nirina?”
Matanya!
Di tempat duduknya, Nirina menggoyang-goyangkan kakinya, persis anak kecil. Tangan gadis itu berkeringat. Jantungnya berdegup lebih keras.
Aku memperhatikan Biyan lebih lekat, seandainya kamera, maka barangkali aku sudah menangkap wajah sederhananya dengan zoom terdekat.
”Tidak ada yang salah dengan matanya!” ujarku, setengah berbisik.
Nirina menggeleng-gelengkan kepala. Kerudung segi empatnya terusik.
Gemas, aku tak lagi bicara. Percuma, toh Nirina lebih sering tak mendengar perkataanku.
Kulihat mereka masih bercakap-cakap, tapi tak ada perkembangan. Upaya kedua orang tua Nirina untuk mengarahkan obrolan ke tingkat lanjutan pun tak menampakkan hasil.
Lima belas menit kemudian, Biyan pamit.
Selesai sudah, pikirku. Nirina memang terlalu.
”Jangan menyebutku terlalu!” protesnya cepat.
Seperti biasa Nirina selalu tahu pikiranku, seperti aku selalu bisa menebak isi kepalanya. Kami memang teramat dekat.
”Tapi kamu memang terlalu, Nirina.”
”Tapi, matanya….”
”Tidak! Bukan matanya. Ayolah, percuma bohong di depanku.”
Nirina menyenderkan badannya di pintu kamar. Kedua tangannya ditangkupkan ke wajah. Tak lama, bahunya mulai terisak-isak.
”Tolong, jangan desak aku terus.”
Entah isaknya, entah memang waktu itu sudah terlalu malam untuk berdebat. Aku mengalah.
Itu yang terjadi tujuh bulan lalu, tapi tidak kali ini.
Rahangku mengeras. Apapun yang terjadi, pokoknya aku sudah bertekad untuk mempertahankan pendapatku mati-matian. Demi kebaikan gadis itu. Nirina tidak bisa terus-terusan begini. Tidakkah dia sadar usia yang terus melaju tanpa hambatan?
”Aku tahu,” desisnya lemah.
Aku gembira mendengarnya. Sungguh. Tidak ada yang lebih menggembirakanku selain keberanian Nirina untuk jujur pada dirinya sendiri.
”Ya, bagus begitu. Mantapkan hatimu, Nirina.”
Nirina tak menjawab. Matanya sesekali mencuri pandang ke arah lelaki ke sekian yang masih terus bicara. Di antara mereka, kedua orang tua Nirina sebaliknya berkali-kali justru melirik anak gadisnya.
Mudah-mudahan kali ini berhasil, barangkali begitu pemikiran mereka. Setidaknya Nirina belum meninggalkan teman satu kantornya itu, meski sudah setengah jam lebih.
”See? Tidak jelek juga kan memberi dirimu kesempatan. Setidaknya kalian sudah satu kantor, pasti lebih mudah, sebab telah saling mengenal.”
Nirina tiba-tiba menggeleng. Melunturkan keyakinan diriku barusan.
”Kami memang satu kantor, tapi beda divisi. Dia orang baru malah. Tak banyak yang kutahu,” bisiknya dengan intonasi yang telah kuhafal.
Tidak! Tuhan, jangan biarkan Nirina menarik dirinya lagi. Kumohon….
Tapi Nirina mulai terlihat tidak nyaman. Kedua kakinya bergerak-gerak lagi. Wajah gadis berkulit kuning langsat itu kembali tak tenang. Puncaknya….
Jangan! Jangan begitu Nirina. Eh, kembali, jangan pergi. Nirina…!
”Aku tidak bermaksud begitu. Bukan maksudku menjadi perempuan yang selalu mengecewakan.”
Aku menarik napas panjang, bingung harus menjawab apa.
”Kamu egois, Nirina. Suami impian tidak akan datang jika kamu terus begini.”
Jawabanku yang tegas itu serta-merta membuat Nirina terkesiap,”Benarkah?”
Aku mengangguk.
”Maafkan aku, bukan maksudku begitu.”
Aku tiba-tiba saja ingin tertawa keras.
”Jangan keras-keras. Telingaku tidak tuli.”
Aku tetap saja tertawa. ”Nirina… Nirina,” sebutku kemudian, masih dengan gelak yang tersisa,”kamu tidak harus meminta maaf padaku. Memangnya, apa peduliku?”
Nirina terlihat tak mengerti.
”Dengar,” lanjutku lagi,”Tak peduli apakah seorang Nirina menikah atau menjadi perawan tua, tidak banyak bedanya bagiku. Toh kita tetap sama-sama, kan? Tidak ada yang bisa mengubah itu.”
Mata sipit memanjang milik Nirina tampak bingung.
”Kamu egois, Nirina. Dengar, selama ini kamu hanya mempedulikan perasaanmu, kemauanmu, dan lupa memandang sekitar. Sekali-kali keluar dari dirimu, Nirina. Pandang sekelilingmu dengan mataku. Lihat, betapa kecewanya wajah Papa dan Mama, setiap kali kamu menarik diri dari proses mengenal lebih dekat calonmu. Bisa kamu lihat sekarang?”
”Kamu bohong!” Mata Nirina mendadak berair.
”Itu yang sejujurnya, kamu tahu itu.”
Gadis itu menggeleng lagi. ”Tidak, tidak. Kamu bohong. Papa dan Mama baik-baik saja, mereka dua orang tua yang luar biasa. Tidak memaksakan kehendak kepada anak-anak mereka. Tidak seperti banyak orang tua lain yang kutahu.”
Ketika Nirina meninggikan intonasinya, dan mulai dengan serampangan membela diri, aku memilih bungkam. Tidur mungkin jalan keluar yang baik. Tapi sebelum pergi, aku meninggalkan kalimat ini padanya.
”Tidakkah setiap orang tua ingin menjadi kakek dan nenek, Nirina? Kebahagiaan apa lagi yang bisa kita berikan pada mereka, setelah kelucuan sebagai kanak-kanak menghilang?”
Nirina diam.
Tapi aku tahu, sebetulnya dia menyimpan kalimatku baik-baik dalam ruang penting di hatinya.
Buktinya, seminggu kemudian gadis itu kembali membuka diri. Padahal laki-laki yang datang kali ini sama sekali tidak dikenal gadis itu. Mariska, kakak satu-satunya Nirina yang mengenalkan.
Tingginya cukup, berat badan sedang. Alis hitam dan tebal, nyaris bertaut di dahi. Bibirnya sedikit kecokelatan, namun tidak terlihat hitam oleh rokok. Sungguh memberi kesan awal yang baik buatku, kuharap begitu juga buat Nirina.
”Ssst, siapa tadi namanya?”tanyaku, sekonyong-konyong.
Nirina sedikit tersipu, namun dijawabnya pertanyaanku dengan suara serupa bisikan,”Kamu tidak menyimak rupanya?”
Aku tertawa.”Tidak, sebab kamu sendiri tidak ingat namanya, kan?”
Nirina kembali tersipu. Tapi aku senang melihat semburat merah muda di wajahnya yang kuning.
”Bagus.”
Laki-laki itu menyebutkan namanya, membuat pias merah jambu itu kembali memuai di wajah Nirina. Seperti kanak-kanak yang tertangkap basah mencuri permen.
Aku tersenyum kecil melihatnya.
”Bagus ini teman Kak Riska waktu di SMA, Nirina.”
Kami berpandangan, lalu berbarengan ber’O’.
Setelah itu kata-kata mengalir, silih berganti. Selama pertemuan itu pula, aku mencatat perubahan cukup besar pada Nirina. Gadis itu terlihat lebih membuka diri, dan berusaha keras terlibat dalam percakapan secara aktif.
Dia, misalnya, mau bertanya di mana tempat tinggal pemuda bernama Bagus itu, lalu apa hobinya. Dan ketika Bagus menyebutkan membaca sebagai hobi utama, mata memanjang milik Nirina berkerlap.
Nirina bahkan berani menanyakan pekerjaan Bagus, juga keluarganya. Pemuda itu menjawab semua pertanyaan Nirina dengan simpatik. Aku suka melihat cara berbicaranya yang begitu teratur, tidak terburu-buru, santun tanpa perlu menjadi kaku.
“Ssst, kamu bertanya atau interogasi?” godaku saat Bagus berpamitan.
Awalnya Nirina tertawa saja. Tapi sewaktu jam demi jam berlalu, gadis itu berangsur tak tenang.
“Tidak perlu cemas begitu, Nirina.”
Gadis kesayanganku itu seperti tak mendengar, terus mondar-mandir di kamarnya yang berukuran 3 x 4. Lalu tak berapa lama, setelah Mariska pulang, kecemasan Nirina berubah menjadi kepanikan.
”Hey… hey… tenang saja, Nirina.”
Nirina menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kamu betul, aku terlalu agresif tadi. Harusnya tidak begitu. Ya Allah… lihat kan wajahnya begitu lega ketika pertemuan berakhir? Seharusnya aku lebih menahan diri, dan tidak bersikap seperti seorang polisi yang melakukan investigasi.”
Belum pernah kulihat Nirina segundah itu. Berkali-kali tangan rampingnya ditepukkan ke kening.
“Duh, bodohnya aku!”
“Tenang,”
“Tapi tadi kamu sendiri yang bilang begitu, kan?”
Aku garuk-garuk kepala, benar sih. Tapi tadi kan aku hanya menggodanya saja.
”Sekarang dia akan melihatku tak ubahnya aggressor, seperti Israel terhadap Palestina.”
”Kamu berlebihan, ah.”
”Ok, seperti striker di lapangan terhadap kipper?”
”Ini bukan pertandingan bola, Nirina. Tenanglah.”
”Sekarang dia akan berubah pikiran,”suaranya mengandung penyesalan.
Aku terenyuh mendengarnya. Suara gadis itu barusan terdengar tulus, pekat dengan kekhawatiran. Seolah berkata, dia telah menemukan suami impian.
Padahal ini baru pertemuan pertama.
Alhamdulillah.
”Tapi, bagaimana jika Bagus tidak kembali?”
”Gampang saja,” sahutku mencoba menenangkannya.
”Maksudmu?”
”Ya, setelah semua kecerewetanmu tadi, siapa yang sudi kembali?”
Nirina shocked, tapi aku tertawa.
“Hey… hey. Aku cuma bercanda, kok.”
Bibir gadis itu menyungging senyum. Hanya sekilas sebelum mendung kembali menggayuti, dan membuat paras Vic Zhounya murung.
Syukurlah kekhawatiran gadis itu tak terbukti. Beberapa hari kemudian, pemuda bermata hitam yang memiliki alis tebal itu datang lagi. Mariska kembali menemani percakapan dua anak muda itu, bahkan Papa dan Mama belakangan ikut meningkahi obrolan ketiganya.
Raut wajah Nirina cerah, aku senang merasakan hatinya yang melonjak-lonjak. Tampaknya pemuda ini memiliki kecocokan dengan Nirina, dan bisa memenangkan kunci hati gadis itu.
Pada pertemuan kelima, Bagus membawa kedua orang tuanya, dan mengajukan niatan. Mariska memang tak salah pilih makhluk untuk menikahi adiknya. Bagus tak seperti kebanyakan pemuda yang cuma mau pacaran, sebaliknya cowok itu dengan terus-terang mengemukakan keinginannya untuk memperistri Nirina.
Tibalah saatnya semua mata tertuju pada Nirina, yang sejak tadi menundukkan wajah mungilnya, yang hari itu dibalut kerudung ungu muda.
Diam-diam aku juga seperti mereka, menunggu. Berdoa, agar Nirina tak lagi ragu. Kemudian pelan-pelan kami melihat Nirina mengangkat wajahnya. Sebutir embun menggenang di kedua mata sipitnya. Dan seperti sulit dipercaya, Nirina kemudian menganggukkan kepala.
Yes! Yess! Yesss!
Aku bersorak paling kencang, meski sepertinya tak ada yang mendengar, kecuali Nirina sendiri.
Rapat kilat dilakukan, tanggal pun ditentukan. Hanya dalam waktu dua pekan sebuah pernikahan siap digelar. Aku betul-betul salut melihat kegigihan dan ketenangan pemuda bernama Bagus itu. Ketenangan yang perlahan mengalir pada diri Nirina, dan memberinya kemantapan hati.
Nirina… Nirina… akhirnya! desisku di antara peluk cium, Kakak, Papa, dan Mama. Kegembiraan serupa memancar dari wajah kedua orang tua Bagus, juga pemuda itu sendiri.
Begitulah, hari demi hari setelahnya, aku mencatat keriangan Nirina. Antusiasmenya dalam memilih undangan, mengurus sendiri ke percetakan, terkadang ditemani Bagus dan adiknya. Lalu mencari masjid tempat akad nikah dilakukan. Juga menyewa tempat resepsi besar, sesuai keinginan kedua orang tua Nirina. Aku sendiri tak heran, maklumlah mereka dua keluarga besar. Tentu banyak yang akan protes jika tak diundang.
Hingga hari H tiba.
Sejak malam sebetulnya aku menangkap sesuatu yang lain. Bukan kecemasan seperti yang sudah-sudah, meski udaranya nyaris serupa. Nirina, seperti menunggu sesuatu.
Salat malam dilakukan gadis itu, dengan sujud-sujud panjang. Lalu tangannya menengadah. Usai tahajud, gadis itu membuka jendela, dan matanya menerobos dalam kegelapan, seolah mencari-cari sesuatu. Bahkan hingga Subuh berkumandang, detak jantungnya kembali berbunyi keresahan, agak berbeda, tapi nyaris seperti yang lalu-lalu.
Mulanya aku tak mau bicara. Kubiarkan saja dia merenungi masa-masa terakhir sebagai seorang gadis. Lusa dia akan terbangun dengan seorang pendamping di sisinya, dalam dunia yang sama sekali berbeda. Bahkan sejak mereka masuk ke peraduan.
Harusnya, Nirina bahagia. Kenyataannya?
Lepas salat Subuh, ketika Mama menggedor kamar Nirina, menyuruhnya mandi, Nirina melakukannya setengah hati saja. Begitu pun ketika Mariska mengingatkannya agar segera keluar kamar, untuk dirias sebagaimana pengantin umumnya, Nirina menunjukkan sikap enggan.
Aku tak tahan lagi berdiam.
”Nirina, kenapa lagi?”
Wajah orientalnya tampak cantik dalam lipstik warna merah jambu. Tapi gadis itu masih saja tepekur di pinggiran ranjang pengantin yang sudah dihias dan menyebarkan wangi melati.
”Kamu harus ganti baju, Nirina.”
Kepalanya tertunduk,”Ya, aku tahu.”
”Lalu? Jangan katakan kamu ragu lagi.”
Nirina tak menjawab, kedua kakinya digoyang-goyangkan hingga ranjang sedikit terayun. Sikap yang kontan membuatku merasa cemas.
”Kamu tidak ragu lagi, kan? Tidak berubah pikiran, kan?”
Nirina menggelengkan kepalanya.
”Lalu apa? Ada apa?”
Nirina mengembuskan napas berat. ”Entahlah… aku rasa… aku….”
Kalimatnya terhenti, gadis itu menarik napas lagi.
”Kenapa denganmu?”
Nirina melompat dari tempat tidur. Barusan suara Mama menyuruhnya berpakaian, terdengar lagi.
Tangan Nirina menarik resleting kebaya putihnya. Lalu masih tetap dengan wajah murung, memakainya.
”Please, jangan sekarang, Nirina. Jangan ragu ketika kamu sudah sedekat ini,” pintaku, setengah memohon.
”Aku tahu,”
”Lalu?”
”Aku tidak ragu, hanya saja…,” suaranya kembali terputus teriakan Mama. Nirina menjawab panggilan orang tuanya tanpa membuka kamar. ”Sebentar, Ma….”
”See? Semua orang gugup hari ini, Nirina, apalagi kamu. Itu wajar!”
Nirina tak menjawab. Gadis itu kini telah selesai berpakaian. Dipandangnya sosok kecil mungil dalam balutan kebaya berwarna putih gading, dan kain batik di depan cermin. Selembar kain schiffon sebagai pelengkap jilbab dikenakannya tanpa ekspresi.
Ahh, aku tak suka melihat wajah cantiknya yang masih saja murung.
”Kalau bukan ragu, apa lagi?” kejarku setelah beberapa saat kami hanya berdiam.
”Aku menunggu pertanda.”
”Apa?” teriakku kaget,”Pertanda?”
”Ya!” jawabnya tegas,”Pertanda dari Allah, bahwa Bagus memang suami impian, laki-laki yang dipilihkan-Nya untukku! Apa itu salah?”
Fhew. Nirina sungguh menguras kesabaranku.
“Dan kamu belum mendapatkannya? Selama obrolan lima kali dengan calonmu itu, tidakkah kamu bisa menangkap pertanda?”
Nirina menggeleng.
Ya Allah. Aku makin kesal dibuatnya.
“Maksudku bukan itu, tapi pertanda. Sesuatu yang bisa membuatku lebih mantap, sebab tahu memang dialah pilihan dari-Nya.”
“Pertanda, ya? Pertanda?!”
“Ya… sudah sejak semalam aku memikirkannya.”
“Kenapa tidak mencari pertanda ketika tanggal belum lagi ditetapkan?”
“Tidak bisa.” Kepalanya menggeleng lagi, ”Sebab kali ini aku tak punya alasan. Tidak matanya, tidak cara berjalannya, tidak sikapnya, tidak dahinya yang selalu berkerut, tidak ada!”
Bagus nyaris sempurna di mata Nirina. Sosok suami yang diimpikannya. Aku tahu pasti itu.
”Kalau begitu, ini cuma alasan yang dicari-cari!” teriakku dengan suara tertahan.
Sementara matahari terus bergulir. Di luar kamar sudah terdengar suara riuh sanak saudara yang datang untuk mengantar Nirina ke tempat akad nikah, sekaligus resepsi. Pintu sudah berkali-kali diketuk, tapi Nirina belum keluar juga. Dan alasannya cuma satu: gadis itu belum menemukan pertanda!
Ini gila!
”Jangan menyebutku begitu. Sudah kubilang ini cuma masalah waktu. Pertanda itu pasti datang.”
”Seperti apa?”
Nirina mengangkat bahunya. ”Entahlah, tapi mungkin aku akan mendengar orang-orang menyebut kata ’bagus’ berkali-kali, atau awan tiba-tiba membentuk inisial nama kami berdua, atau….”
”Atau kamu tiba-tiba melewati mobil pengantin lain, atau melewati toko kue di mana terlihat kue pengantin tiga tingkat disana, atau sekawanan burung-burung terbang di langit membentuk wajah calon suamimu itu… atau…,” ujarku asal.
Nirina mengangguk. ”Ya, seperti itulah. Apa pun yang bisa dijadikan pertanda.”
Aku benar-benar hilang akal, Nirina kenapa tidak mendengar kata-kataku, sekali ini saja!
”Cobalah mengerti, terlalu banyak yang harus aku pertaruhkan,” ujarnya mencoba meyakinkanku, ”Bagaimana kalau Bagus tak sebaik yang kita duga? Bagaimana jika dia sudah punya istri dimana-mana, bagaimana jika dia nanti ternyata suka memukuli istri? Atau ternyata pernah terlibat mafia di luar negeri, atau merampok bank?” Suara Nirina meninggi, di sela ketukan pintu yang kembali terdengar.
”Kamu kebanyakan nonton infotainment!” sergahku cepat.
Ketukan di pintu berulang lagi. Ritmenya kian cepat. Orang-orang pasti mulai tidak sabar.
”Nirina….”
Itu suara Mama.
Nirina diam, aku tahu dia menungguku mengucapkan sesuatu.
“Kalau begitu, cari kelebihannya Nirina. Pusatkan pikiranmu pada kebaikan-kebaikannya, itulah pertanda! Itulah alasan kenapa kamu harus menikah dengan Bagus.”
Nirina diam, aku tahu dia sedang berpikir keras.
Tetapi tak ada waktu, suara ketukan di pintu kini telah berupa gedoran.
Nirina harus segera mengambil keputusan. Sebentar lagi pintu mungkin didobrak dari luar. Mereka bisa saja mengira gadis itu telah pingsan di kamarnya karena nervous.
Di tepi ranjang, Nirina masih berpikir. Mengetahui itu aku menjadi lebih semangat mengembuskan pikiran demi pikiran.
Sikapnya yang sopan, Nirina.
Matanya yang tak liar ketika menatapmu.
Perhatikan bagaimana dia selalu menunggu lawan bicaranya selesai, sebelum menanggapi.
Pikirannya yang cerdas telah menghemat banyak biaya pernikahan.
Keinginan untuk memperistrimu secepatnya.
Ingat senyumnya yang hangat. Matanya yang teduh.
Kesabarannya menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Juga keraguan yang beberapa kali melintas.
Lalu salatnya yang selalu tepat waktu.
Air mata Nirina menetes.
Aku mengangguk, ”Itu lebih dari pertanda, Nirina. Allah mengirimkanmu seorang lelaki yang baik.”
Nirina mengikuti anggukanku.
”Well, mungkin tidak seganteng Keanu Reeves, perawakannya pun tidak setegap Ade Ray, apalagi suaranya jika dibandingkan Clay Aiken yang merdu, belum lagi….”
Nirina mengapus air matanya. ”Sudah, sudah. Jangan membuatku kembali ragu,” potongnya cepat.
Aku setuju.
Di dalam mobil yang mengantarnya ke tempat akad nikah, aku mendengar Nirina bersenandung kecil.
”Nirina….”
”Apa?”
”Tidak jelek kan menuruti kata hati?”
Gadis berwajah oriental itu mengangguk. Lalu tersenyum lebih lebar. Menenangkan Papa dan Mama, yang sejak tadi tampak kebingungan menyaksikan percakapan Nirina denganku sepanjang perjalanan. Barangkali alasannya karena aku cuma sosok tanpa wujud. Ah, seharusnya sejak tadi aku memperkenalkan diri pada mereka.
”Ehem… namaku nurani, atau….”
Aku masih berusaha memikirkan beberapa nama lain, ketika sebuah suara yang akrab denganku sejak kelahirannya, menyergah. ”Ssst… jangan berisik!”
Mengingatkanku akan prosesi yang sebentar lagi dimulai.
Diambil dari buku kumpulan cerpen dengan judul yang sama “Suami Impian” yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa, Cetakan kedua, April 2006. Dapatkan bukunya dan simak cerita-cerita keren dari Asma Nadia, Birulaut, Ifa Avianty, Sakti Wibowo, dll.
Februari 26, 2007 - Ditulis oleh antosamudra | pernikahan
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Penulis : Inayati
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
For vieny, welcome to your husband’s heart.
*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.
Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002
Hari gini gak selingkuh??? Nggak nge-trend, kali!! Jujur aja deh, diam², baik cowok ataupun cewek punya selingkuhan lho!! banyak alasan yg diungkapkan kenapa mereka punya selingkuhan, mulai dari ingin mencari sensasi yg asyik, mau cari yg beda atau sekedar ngikuti trend. Wow!! Biar ngelaba kamu aman, buruan lihat contekannya nih…
1. Jangan masukkan nama dia ke dalam HP Begitu kamu punya selingkuhan, hapalin deh nomor telf dia yg bisa dihubungi.
2. Hapus segera sms² dari dia Begitu menerima sms dari dia, segera hapus, bahaya banget kalo nnggak segera dihapus, kalo pacar suatu saat buka HP bisa berabe tuh!!
3. Kalo lagi nerima telfon, jangan panik, biasa aja!! Begitu dapat telfon dari dia terutama saat kita sedang berdua sama pacar, jangan panik, biasa aja. Kalo perlu jangan meninggalkan atau bergeser dari dia. Bisa curiga lho!!
4. Jujur ke selingkuhan kalo kita udah punya pacar Ini hal pertama harus kita lakukan, jadi dia nggak bakal nuntut kita macem². Kalo dia ngga mau nerima keadaan kita yg udah ngga single, berarti dia ngga mau jadi selingkuhan kita.
5. Jangan selingkuhan sama yg dia kenal juga Ini perlu, pasalnya kalo ternyata pacar dan selingkuhan pernah kenal, selingkuhan kita pasti punya beban tersendiri, bisa² dia merasa bersalah karna telah merebut pacarnya.
6. Punya SIM CARD lebih dari satu
Mumpung kartu perdana ngga mahal, ngga ada salahnya kamu punya nomor lebih dari satu. Kalo perlu HP juga dua, yg satu khusus untuk pacar yg satunya lagi khusus utk selingkuhan.
7. Jangan terlalu mengenal keluarganya Bukan apa² kalo kamu sudah mengenal keluarga dan temannya, ngga menutup kemungkinan teman ato sodaranya kenal sama pacar dia yg asli, kalo diaduin bisa bubar khan??
8. Prioritas pertama tetap pacar lho!! Biar punya selingkuhan, pacar tetap yg utama lho, jangan sampe hubungan yg kalian lebih dulu dan lebih lama buyar karna selingkuhan, apalagi kalo selingkuhan cuma utk have fun aja.
9. jangan hangout di tempat yg sama Ini penting nih, bukan apa², siapa tau saja, pelayan ato tukang parkir di sana mengenali kita, trus kalo suatu saat dia melihat kita ke sana dgn orang yg beda, bisa jadi pertanyaan orang banyak tuh!!
10. Kasih kode ke dia Begitu kita mau berdekatan dengan pacar, baiknya segera sms selingkuhan agar ngga sms ato ngga telfon² kita, dengan begitu kita ngga harus bingung dan dia pun juga ngerti kenapa kita ngga bisa jawab telfon dan smsnya.
11. Punya panggilan sayang yg sama kalo kamu ingin mempunya panggilan sayang ke pacar dan ingin memanggil selingkuhan dengan panggilan sayang juga, ada baiknya panggilan itu disamakan, jadi kamu ngga bakal kaku dan ngga akan salah nyebut.
12. Jangan naruh foto² selingkuhan di HP Yg pasti kalo ketahuan sama pacar, ini bisa jadi bukti otentik perselingkuhan kamu. Makanya, jangan sesekali nyimpan foto selingkuhan di HP deh, apalagi kalo kamu sering menaruh HP di sembarang tempat.
13. Jangan berubah sikap ke pacar Kalo biasanya kamu ngga romantis, jangan tiba² kamu jadi romantis lho, dia bisa curiga kok kamu berubah sikap. Dia pasti akan menduga kalo kamu berbuat manis karna kamu punya salah.
"Lebih baek Kamu Jangan Sampai Selingkuh Iaa..."
*
Wajah
Wajah atau muka anda pasti berubah apabila memakai tudung. Pilihla tudung yang bersesuaian dengan wajah anda. Jika wajah anda bulat jangan memakai tudung daripada material yag lembut contonhnya satin. Ia akan membuatkan muka anda bertambah bulat. Jika anda ingin memakai tudung jenis satin atau tudung yang kainnya lembut pilihlah anak tudung yang mempunyai awrning keras dihadapan. Anda perlu seimbangkan antara warna pakaian dan juga tudung. Anda tidak perlu takut untuk menggayakan pelbagai jenis model tudung tetapi pastikan anda tahu teknik pemakaian yang betul.
*
Rambut
Rambut adalah mahkota wanita sekaligus merupakan aurat wanita. Untuk pengetahuan anda rambut yang ditutup biasanya mudah berbinyak dan berbau. Tetapi usah bimbang, ada jalan penyelesaiannya. Sebelum memakai tudung pastikan rambut anda telah dikeringkan terlebih dahulu. Cucilah rambut anda setiap hari bersama-sama conditioner yang sesuai. Jangan lupa gunakanlah minyak zaitun kerana minyak zaitun dapat menguatkan akar rambut supaya tidak cepat putus. Bagi anda yang mempunyai masa dan wang yang lebih jangan lupa memanjakan rambut anda. Buatlah perawatan untuk rambut anda contohnya rawatan steam. Pasti rambut anda akan kekal sihat, cantik dan bersinar walaupun bertudung.
*
Pakaian
Pilihlah pakaian yang sesuai dengan situasi anda. Jika anda pergi ke pejabat pilihlah pakaian yang lebih formal. Contohnya sepasang suite krim dipadan dengan kemeja dan tudung warna senada pasti menarik dan anda tampil lebih bergaya setiap hari.
"busana2u.com"
“Jika engkau benar-benar menginginkan sesuatu, sedemikian inginnya sampai kau benar-benar merasakannya, maka ia akan nyaris menjadi kenyataan, tinggal kau saja yang perlu sedikit usaha untuk mewujudkannya”.
Carilah seseorang yang bisa membuatkan kamu tersenyum kerana ia cuma memerlukan sekuntum senyuman untuk mencerahkan hari yg suram. Akan tiba satu ketika didalam kehidupan apabila kamu teramat rindukan seseorang sehingga kamu ingin menggapainya dari mimpi dan memeluknya dengan sebenar.
Cinta bermula dgn senyuman, mekar dgn ciuman dan berakhir dgn tangisan... ..
Perkara yang paling kejam dalam hidup adalah kamu membuatkan seseorang menyintai dirimu sepenuh hati dan sanggup menyerahkan segala-galanya demi sebuah cinta yang suci, sedangkan kamu hanya sekadar menuturkan kata-kata cinta di bibir sahaja... meskipun lidahnya melontarkan kata-kata kemaafan, namun hatinya tidak akan memaafkan kamu sampai bila-bila lantaran hatinya yang penuh dengan kelukaan yang amat memedihkan...
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Belajarlah bersyukur dengan jodoh anugerah tuhan.. usah mendambakan teman secantik balqis, andai dirimu tidak seindah sulaiman.. mengapa diharapkan teman setampan yusof, andai dirimu tidak setulus zulaikha... tak perlu mencari seistimewa khadijah, andai dirimu tidak sesempurna Rasulullah SAW...
Janganlah kamu mengganggu hidup seseorang dengan mencuri hatinya andainya kamu tidak ikhlas menyintainya... kelak kamu akan berlaku kejam dengan meninggalkannya dan membiarkan hatinya terluka dan hidupnya menderita...
Wahai sahabatku yang menderita kerana cinta, usahlah ditangisi kekasihmu yang telah pergi, hayunlah langkahmu ke mana sahaja yang kamu ingini demi mengubati hatimu yang luka, moga-moga kamu akan bertemu seseorang yang dapat mengisi hatimu, kelak pasti terubat jua dan hidupmu kembali ceria...
"kutipan dari blog seseorang"
Seorang anak bertanya pada Alloh " ya Alloh kenapa bunda ku suka menangis ?"
Alloh menjawab "Karna IBu mu Seorang Wanita"
aku ciptakan dia sebagai mahluk yang sangat istimewa aku kuatkan bahunya untuk menjaga putra putrinya aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman aku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.Aku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah.aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra - putrinya dalam keadaan apapun.Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi meski disakiti oleh putra putrinya atau oleh suaminya sekalipun.Aku beri dia kekuatan untuk mendoorong suaminya belajar dari kesalahan.Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya.Bunda mu adalah mahluk yang sangat kuat ,jika suatu saat kau melihatnya dia sedang menangis itu karena Aku beri dia Air Mata yang bisa digunakan Sewaktu-waktu untuk membasuh luka batinnya.Sekaligus untuk memberinya kekuatan baru.
" Puisi dari Seorang Teman "
TANYA HATI - PASTO
Tuhan tolonglah
Hapus dia dari hatiku
Kini semua percuma
Tak kan mungkin terjadi
Kisah cinta yang selalu aku banggakan
Kau hempas semua
Masa yang tercipta untukmu
Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu
Reff:
Oh mengapa tak bisa dirimu
Yang mencintaiku tulus dan apa adanya
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi ku layak dicinta karena ketulusan
Kini biarlah waktu yang jawab semua
Tanya hatiku..
Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu
Back to Reff:
Waktu yang jawab semua
Tanya hatiku..
Mantan terindaH..
mengapa engkau waktu itu
putuskan cintaku
dan saat ini engkau selalu ingin bertemu
dan memulai jalin cinta
reff:
mau dikatakan apa lagi
kita tak akan pernah satu
engkau di sana, aku di sini
mesti hatiku memilihmu
andai aku bisa
ingin aku memelukmu lagi
di hati ini hanya engkau mantan terindah
yang selalu ku rindukan
repeat reff
engkau meminta padaku
untuk mengatakan bila ku berubah
jangan pernah kau ragukan
engkau kan selalu di langkahku
repeat reff
engkau di sini, aku di sini
mesti hatiku memilihmu
yang tlah kau buat
sungguhlah indah
buat diriku susah lupa
Saat Kau Tak diSini
Seperti bintang-bintang
Hilang ditelan malam
Bagai harus melangkah
Tanpa kutahu arah
Lepaskan aku dari
Derita tak bertepi
Saat kau tak disini
Seperti dedaunan
Berjatuhan di taman
Bagaikan debur ombak
Mampu pecahkan karang
Lepaskan aku dari
Derita tak berakhir
Saat kau tak ada disini
Reff :
Saat kau tak ada
Atau kau tak disini
Terpenjara sepi
Kunikmati sendiri
Tak terhitung waktu
Tuk melupakanmu
Aku tak pernah bisa
Aku tak pernah bisa
Without You
No I can’t forget this evening
Or your face as you were leaving
But I guess that’s just the way
The story goes
You always smile but in your eyes
Your sorrow shows
Yes it shows
No I can’t forget tomorrow
When I think of all my sorrow
When I had you there
But then I let you go
And now it’s only fair
That I should let you know
What you should know
I can’t live
If living is without you
I can’t live
I can’t give anymore
I can’t live
If living is without you
I can’t give
I can’t give anymore
Well I can’t forget this evening
Or your face as you were leaving
But I guess that’s just the way
The story goes
You always smile but in your eyes
Your sorrow shows
Yes it shows
I can’t live
If living is without you
I can’t live
I can’t give anymore
I can’t live
If living is without you
I can’t give
I can’t give anymore
Siang itu udara kota bekasi sangat panaz..
............................................................................
"Ibu.."
